Bahasa Indonesia
English
You are here
Mahasiswa PBSI UNY Kembangkan Media Edukasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor Berbasis Tradisi Nyabuk Gunung

Magelang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Tengah dengan topografi yang dikelilingi beberapa gunung dan memiliki curah hujan yang tinggi. Kondisi demikian membuat wilayah ini menjadi wilayah yang berpotensi tinggi mengalami bencana tanah longsor. Oleh karena itu, edukasi mitigasi bencana menjadi penting utamanya bagi kelompok rentan salah satunya adalah anak-anak. Permasalahan ini kemudian menjadi sebuah ide yang dikembangkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh Rahmat Joan Pratama, mahasiswa PBSI UNY bersama dengan Careva Jhilly Kanahaya S (Pendidikan Kewarganegaraan), Bagus Hermawan (Sastra Indonesia), Resti Aryani Widyaningsih (Psikologi), dan Isnaini Putri Ayu Sulistiyowati (Teknologi Pendidikan). Tim ini berhasil lolos seleksi pendanaan oleh Ditjen Belmawa Kemendiktisaintek tahun 2025.
Tim yang dibimbing oleh Dr. Firstya Evi Dianastiti, M.Pd., ini mengusung judul “Pengembangan Flash Card Terintegrasi Augmented Reality Berbasis Tradisi Nyabuk Gunung sebagai Media Edukasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor bagi Anak”. Program ini masuk ke dalam skim PKM Riset Sosial Humaniora dengan pendekatan riset pengembangan. Tim ini akan mengembangkan media edukasi berupa flash-card yang terintegrasi teknologi augmented-reality dengan materi mitigasi bencana tanah longsor dan tradisi Nyabuk Gunung.
Gambar 1. Tim PKM berfoto bersama guru saat pengambilan data riset di SD Temanggung 1, Kec. Kaliangkrik, Kab. Magelang
Tradisi Nyabuk Gunung sendiri merupakan sebuah kearifan lokal dalam bidang pertanian yang biasa diterapkan oleh para petani salah satunya di Dusun Butuh, Kaliangkrik, Magelang sebagai upaya mitigasi bencana tanah longsor di lereng Gunung Sumbing. “Program ini akan kami jalankan selama kurang lebih 5 bulan ke depan, dari Juli hingga November. Harapannya, hasil pengembangan ini dapat menjadi terobosan baru yang kreatif dan inovatif sebagai media belajar mitigasi bencana khususnya bagi anak,” ujar Joan.
Sistem Informasi
Kontak Kami


Copyright © 2025,