Guru Gen Z Ubah Cara Menguji Pemahaman Siswa di SMK Muhammadiyah 2 Moyudan

Keterangan Foto: 
Guru Gen Z Ubah Cara Menguji Pemahaman Siswa

Guru Gen Z Ubah Cara Menguji Pemahaman Siswa di  SMK Muhammadiyah 2 Moyudan

 

Bunyi notifikasi dari layar ponsel yang biasanya dianggap pengganggu pembelajaran kini justru menjadi penanda dimulainya ulangan di salah satu kelas SMK Muhammadiyah 2 Moyudan. Alih-alih membagikan lembar soal, siswa diminta untuk membuka aplikasi kuis interaktif Quizizz dan mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan yang ditampilkan satu per satu di layar mereka masing-masing, lengkap dengan timer hitungan mundur dan papan skor yang berubah secara langsung.

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Praktik Kependidikan (PK) mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang tengah mengampu materi teks Laporan Hasil Observasi (LHO). Siswa mengikuti evaluasi belajar dengan lima belas soal pilihan ganda bertema lingkungan. Evaluasi belajar tersebut dikemas dalam format permainan yang membuat suasana kelas lebih hidup dibandingkan dengan evaluasi tertulis pada umumnya.

 

Format kuis dipilih bukan tanpa alasan. Soal yang tampil bergantian di layar menuntut siswa membaca cepat dan berpikir tepat dalam hitungan detik, sementara papan skor yang diperbarui secara langsung memacu semangat kompetisi antarsiswa. Siswa yang sebelumnya cenderung pasif saat mengerjakan soal tertulis terlihat lebih antusias, saling bersahutan menyebutkan skor, dan tidak sabar menantikan urutan peringkat di akhir sesi.

 

Guru pamong Bahasa Indonesia SMK Muhammadiyah 2 Moyudan, Ibu Yuni, menilai metode ini memberi warna baru dalam proses asesmen. “Menurut saya penggunaan kuis interaktif atau digital ini sangat membantu siswa lebih semangat, fokus belajar, tidak bikin bosan, dan lebih antusias. Selain itu juga memudahkan guru karena hasil langsung keluar sehingga lebih mudah untuk dievaluasi. Kami jadi bisa langsung tahu sejauh mana pemahaman siswa secara cepat,” ujarnya.

 

Penerapan kuis interaktif ini turut berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4, yaitu pendidikan berkualitas, karena mendorong proses pembelajaran yang lebih efektif, partisipatif, dan relevan dengan karakter siswa masa kini. Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar juga sejalan dengan semangat SDG 9, yaitu industri, inovasi, dan infrastruktur, yang menekankan pentingnya adaptasi teknologi informasi dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan.

 

Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan merancang asesmen yang tidak hanya mengukur capaian belajar, tetapi juga menjaga motivasi siswa tetap tinggi. Proses penyusunan soal, pemilihan tema, hingga pengaturan waktu pengerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik siswa generasi digital yang terbiasa dengan visual, kecepatan, dan interaksi langsung.

 

Di akhir sesi, hasil kuis ditampilkan secara otomatis lengkap dengan analisis butir soal yang paling banyak dijawab salah, yang dapat memberi acuan bagi guru untuk menentukan materi yang perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya. Melalui kuis interaktif sederhana ini, ruang kelas yang semula identik dengan suasana tegang saat ada ulangan berubah menjadi ruang belajar yang lebih cair, sekaligus menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran dapat berjalan menyenangkan tanpa mengurangi esensi pengukuran capaian belajar siswa. (Novita)