Gelaran 2nd ICILLE Mengungkap Eksistensi Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Konstelasi Global

Keterangan Foto: 
Sesi Pleno Kedua ICCILE (dok.pbsi uny)

Gelaran 2nd ICILLE, Mengungkap Eksistensi Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Konstelasi Global

Yogya---Memeriahkan bulan bahasa yang tiba setiap Oktober, Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB), UNY, menggelar The 2nd International Conference on Language and Literature Education (26-27 Oktober 2023) di Cine Club, Gedung Suryomentaram UNY. Gelaran konferensi internasional tahun kedua ini, mengangkat tema eksistensi bahasa dan sastra Indonesia dalam konstelasi global. Konsep yang diusung berbeda dari tahun sebelumnya. "Tidak hanya seminar internasional, tetapi artikel yang dikirimkan oleh peserta diikutkan dalam klinik penulisan jurnal dengan menghadirkan reviewer jurnal terkemuka pada hari kedua," demikian disampaikan ketua panitia, Prof. Dr. Anwar Efendi, M.Si.

Seminar ini diselenggarakan dengan dua model, yakni daring dan luring dengan jumlah peserta 300 melalui daring dan 100 peserta pengirim draf artikel untuk klinik jurnal. Dalam sambutannya, Ketua Departemen PBSI UNY, Dr. Teguh Setiawan, M.Hum., mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai media sosialisasi dan desiminasi pemikiran melalui diskusi dan publikasi ilmiah. Senada dengan hal tersebut, Dekan FBSB UNY, Prof. Nur Hidayanto P.S.P, Ph.D., menyambut gembira karena seminar internasional menjadi ajang bertemunya gagasan-gagasan dalam skala global.

Hari pertama 2nd ICILLE, Kamis (26/10/2023), dihadirkan pembicara kunci Prof. Dr. Suminto A. Sayuti (Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia). Guru besar ilmu sastra dan budayawan tersebut mengusung pemikiran tentang bahasa dan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dunia, serta mengingatkan Indonesia belum memiliki GBHK (Garis Besar Haluan Kebudayaan) yang jelas. Dimoderatori oleh Dr. Else Liliani, M.Hum, pada pleno pertama Dr. Howard Manns (Monash University Australia), yang hadir secara daring dari Australia, membahas budaya Indonesia dalam bingkai keberagaman budaya dunia, khususnya dalam tinjauan di Australia; Setefanus Suprajitno, Ph.D. (Universitas Petra Surabaya, Indonesia) mengungkap dialektika kelokalan dan keglobalan; dan Prof. Dr. Wening Udasmoro, M.Hum, DEA (Universitas Gajah Mada, Indonesia) membicarakan tentang pengaruh Indonesia dalam karya sastra dunia.

Pleno kedua, dimoderatori oleh Dr. Ari Kusmiatun, M.Hum. Pemateri pertama, Dr. Ni Luh Maryani, M.Hum. (Atase Dikbud Perancis), yang hadir secara daring dari Paris, membahas mengenai posisi dan langkah-langkah strategis posisi budaya dan bahasa Indonesia di Perancis, selanjutnya Prof. Dr. Maman Suryaman, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia) menguraikan hasil risetnya tentang pentingnya guru bahasa dan sastra yang berwawasan global. 

Hari kedua, Jumat (27/10/2023), 2nd ICILLE mengadakan coaching clinic bagi artikel yang telah dikirimkan oleh peserta. Para pembahas yang dihadirkan pada hari kedua gelaran yakni Prof. Dr. Wiyatmi, H.Hum (Jurnal Litera UNY),  Setefanus Suprajitno, Ph.D. (Jurnal K@ta Universitas Petra Surabaya), Prof. Dr. Anwar Efendi, M.Si. (Jurnal Diksi UNY), dan Prof. Dr. Wening Udasmoro, M.Hum, DEA (Jurnal Poetika UGM).

"Seminar ini membuka wawasan mutakhir bahasa dan sastra. Klinik penulisan bermanfaat mendorong dosen, peneliti, dan mahasiswa mempublikasikan hasil pada jurnal-jurnal bereputasi. Semoga tahun depan ada lagi, ya," ujar Awla Akbar Ilma, salah satu peserta klinik jurnal. (et)

 

Penulis: Eko

Editor: Erlin

Label Berita: