Mahasiswa PK PBSI UNY Melaksanakan Pembelajaran Berdiferensiasi di SMPN 1 Tempel Untuk Mengasah Kemampuan Menulis Teks Deskripsi

Keterangan Foto: 
Mahasiswa Departemen PBSI, FBSB, UNY (dok.pbsi uny)

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta berkolaborasi dengan SMP Negeri 1 Tempel dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan pembelajaran tersebut berfokus pada materi menulis teks deskripsi. Dalam kegiatan ini, siswa diberikan kesempatan untuk memilih objek yang akan dideskripsikan sesuai dengan minat masing-masing, seperti orang, hewan, tempat, atau benda. Siswa kemudian mengamati objek secara langsung maupun melalui gambar atau foto yang disediakan untuk mendapatkan informasi sebagai bahan tulisan.

Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun dan mengembangkan teks deskripsi berdasarkan hasil pengamatan. Melalui LKPD, siswa menyusun kerangka terlebih dahulu sebelum mengembangkannya menjadi teks deskripsi yang utuh. Siswa juga dapat berkonsultasi dengan guru apabila mengalami kesulitan selama proses menulis. Pembelajaran tersebut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yaitu pendidikan berkualitas, melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai minat, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing.

Pada kegiatan pembelajaran, peserta didik terlebih dahulu memilih objek yang akan diamati. Objek tersebut dapat berupa orang, hewan, tempat, maupun benda. Setelah menentukan objek, peserta didik melakukan pengamatan secara langsung atau menggunakan gambar dan foto yang telah disediakan. Hasil pengamatan kemudian digunakan untuk mencatat berbagai detail penting mengenai objek, seperti bentuk, warna, ukuran, ciri-ciri, maupun hal lain yang dapat mendukung isi tulisan. Setelah memperoleh informasi yang cukup, peserta didik menyusun kerangka teks deskripsi. Kerangka tersebut menjadi panduan untuk mengembangkan tulisan agar lebih terstruktur. Selanjutnya, peserta didik mengembangkan kerangka menjadi teks deskripsi yang utuh secara mandiri. Pada tahap ini, peserta didik diarahkan untuk memperhatikan struktur teks, ciri kebahasaan, serta penggunaan ejaan yang tepat.

Dalam LKPD tersebut, peserta didik diminta mengembangkan kerangka menjadi teks deskripsi yang terdiri atas minimal tiga paragraf. Peserta didik juga diberi kesempatan untuk berkonsultasi dengan guru apabila mengalami kesulitan selama proses menulis. Hal ini menjadi salah satu bentuk diferensiasi proses karena setiap peserta didik dapat memperoleh bantuan sesuai dengan kebutuhan belajarnya.

Menurut beberapa siswa dalam proses pembelajaran di nilai tidak membosankan karena siswa diajak untuk mengamati dan memahami minatnya, “Senang sekali bisa menulis benda apa yang aku sukai lalu aku amati dan menulisnya,”. Melalui pembelajaran ini, peserta didik tidak hanya berlatih menghasilkan tulisan, tetapi juga belajar mengembangkan ide berdasarkan hasil pengamatan. Kebebasan dalam memilih objek membuat peserta didik lebih mudah menuangkan gagasan sesuai dengan minatnya. Dengan demikian, pembelajaran menulis teks deskripsi turut mendukung SDGs 4 melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, berpusat pada peserta didik, dan memperhatikan kebutuhan belajar yang beragam. (Rifki)

SDGs #4 Pendidikan

Label Berita: